Mentan Dorong Pengembangan Industri Alsintan Dalam Negeri

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong pengembangan alat mesin pertanian (alsintan) buatan dalam negeri dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) tinggi. Menurutnya, industri alsintan dalam negeri tidak boleh biasa-biasa saja, tapi harus serius dengan kerja keras.

“Salah satu upaya nyata yang segera dilakukan adalah TKDN alsintan buatan dalam negeri tidak boleh terus berada di posisi 42 persen, tapi harus di atas 50 persen,” kata Mentan saat melakukan kunjungan ke PT. Sharprindo Dinamika Prima, salah satu perusahaan dalam negeri yang memproduksi alsintan, Rabu, 13 April 2022.

Mentan mengatakan, untuk TKDN jangan lagi 42 persen, tapi 3 sampai 5 bulan ke depan TKDN harus di atas 50 persen. “Saya mau lihat ini hasilnya ke depan. Ini komitmen dan upaya nyata kita dorong semua industri alsintan dalam negeri agar kita tidak lagi impor komponen alsintan.”

Pengadaan alsintan di Kementan berpedoman pada Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, tanggal 2 Februari 2021, pasal 66 tentang kewajiban menggunakan produk dalam negeri dan UU 22 Tahun 2019 Tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan, pasal 65 dan 66 tentang kewajiban penggunaan produk yang memiliki SPPT SNI. Sehingga, pengadaan alsintan memprioritaskan produk industri dalam negeri.

Di tahun 2021, Kementan melakukan pengadaan alsintan prapanen sebanyak 25.134 unit yang terbagi dengan jenis dan nilai kontraknya. Jenis alsintan ini meliputi traktor roda 2, traktor roda 4, pompa air, rice transplanter, cultivator, hand sprayer dan alat tanam jagung, yang tentunya sudah memiliki seritifikat TKDN.

Direktur Utama PT Sharprindo Dinamika Prima Jusmin Suwoko mengatakan, dukungan Kementerian Pertanian sangat penting untuk memproduksi alsintan dalam jumlah besar guna memenuhi kebutuhan petani dan menjadikan pembangunan pertanian semakin modern. “PT. Sharprindo adalah perusahaan dalam negeri, 100 persen alsintan yang diproduksi karya anak bangsa. Kami meminta dukungan penuh dari pemerintah agar bisa semakin lebih baik untuk memenuhi kebutuhan alsintan petani,” kata dia.

Menurut dia, dorongan Menteri Pertanian memberikan semangat pada perusahaan untuk menaikan TKDN. “Kami berkomitmen untuk mencapai TKDN di atas 50 dalam waktu dekat. Kami optimistis bisa wujudkan ini,” ujar dia.

Sumber : Tempo

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

57 − 49 =