Bareng Wali Kota Medan, LKPP Dorong e-Katalog untuk Pacu Belanja Pemda dan PDN-UMK

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) bersama Pemkot Medan membahas beragam strategi untuk memperkuat e-Katalog Lokal sebagai sistem yang mempercepat belanja APBD untuk produk dalam negeri (PDN) dan usaha mikro-kecil (UMK) dan Koperasi. Kepala LKPP Abdullah Azwar Anas dan Wali Kota Medan Bobby Nasution berada dalam satu forum bersama jajaran Pemkot Medan membahas hal tersebut.

“LKPP selalu siap bersama-sama pemda kita dampingi, kita dorong, agar mengoptimalkan e-Katalog Lokal untuk menggerakkan ekonomi daerah, untuk UMK-Koperasi yang ada di daerah, plus mempercepat realisasi anggaran sebagai bagian dari kebijakan fiskal untuk memulihkan ekonomi,” ujar Anas saat bertemu jajaran Pemkot Medan, Minggu (14/8/2022).

e-Katalog Lokal sendiri adalah sistem pengadaan yang mengakomodasi para pelaku ekonomi kokal. Keberadaan e-Katalog Lokal diharapkan bisa memeratakan ekonomi, di mana APBD bisa dibelanjakan dengan efektif dan transparan kepada pelaku ekonomi daerah melalui sistem tersebut.

Anas mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah percepatan dengan melakukan pemangkasan birokrasi agar pelaku usaha lokal dapat dengan mudah menayangkan produknya dalam e-Katalog Lokal. Kebijakan ini mirip dengan mekanisme lokapasar (marketplace) yang memudahkan pelaku usaha dalam menjual produk. Birokrasi penayangan di e-Katalog Lokal telah dipangkas dari 9 tahap menjadi 2 tahap.

“Pemkot Medan menjadi salah satu penyelenggara e-Katalog Lokal terprogresif dan terbanyak. Saya cek di data, sudah lebih dari 2.300 produk tayang di e-Katalog Lokal Pemkot Medan. Total transaksinya juga signifikan, mencapai Rp402 miliar. Ini bukti komitmen Pemkot Medan dan Wali Kota Bobby Nasution dalam menggerakkan ekonomi lokal,” beber Anas.

Anas menambahkan, selain e-Katalog Lokal, LKPP juga terus mengoptimalkan pengembangan e-Katalog Nasional. “e-Katalog sebagai “ujung tombak” sistem pengadaan nasional yang pro-produk dalam negeri (PDN) dan UMK-Koperasi terus menunjukkan perkembangan signifikan,” ujar Anas.

Per 8 Agustus 2022, secara total di sistem e-Katalog, telah tayang 508.607 produk, telah melampaui target produk tayang di e-Katalog dalam setahun di Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022 sebesar 95.000 produk. Jumlah penyedia kecil-menengah telah mendominasi yaitu sebesar 8.475 pelaku usaha, telah melampaui jumlah penyedia non-UKM sebesar 4.660 badan usaha.

“LKPP juga baru saja selesai diberi tugas oleh pemerintah untuk mengonsolidasikan belanja laptop dalam negeri yang berpotensi menghemat uang negara Rp1,8 triliun. Sebelumnya, pengadaan laptop dilakukan terpisah-pisah, sehingga kurang efisien. Penghematan hingga Rp1,8 triliun bisa dioptimalkan untuk belanja pembangunan lain yang pro-rakyat lainnya,” ujar Anas.

sumber : LKPP