Proyek Tol Probowangi Wajib Gunakan Produk dalam Negeri

Konstruksi Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) yang masuk dalam rangkaian Jalan Tol Trans-Jawa resmi dimulai pada Senin (6/2/2023).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta agar penggunaan produk material dalam negeri dalam konstruksi ini dimaksimalkan.

“Selama melakukan pembangunan untuk memaksimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai arahan Presiden,” kata Menteri Basuki, seperti dikutip dari laman resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Jumat (10/2/2023).

Selain itu, Menteri Basuki juga melarang penggunaan material impor untuk proyek Tol Probowangi.

“Dengan terus dibeli, seperti lead rubber bearing, maka produk-produk tersebut akan semakin berkembang,” imbuh Menteri Basuki.

Sementara Kepala BPJT Danang Parikesit menambahkan, proyek Tol Probowangi melewati perlintasan banteng di dekat Taman Nasional Baluran yang perlu dijaga.

Danang berharap semoga pembangunan tol ini dapat berjalan dengan lancar, tepat waktu serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

“Harapan kita untuk para kontraktor, para pelaksana pekerjaan bisa memenuhi harapan Pemerintah untuk memperoleh jalan yang berkualitas tinggi, berestetika, dan juga memiliki kepekaan lebih tinggi kepada aspek-aspek lingkungan,” ujar Danang.

Tol ini tidak hanya menjadi jalur penghubung transportasi antar-kota, tetapi juga mengintegrasikan kawasan-kawasan industri dari Merak hingga Jawa Timur serta mendukung akses ke banyak destinasi pariwisata yang ada.

Tol Probowangi terdiri dari 2 tahap pelaksanaan konstruksi, yaitu Tahap 1 Ruas Gending–Besuki sepanjang 49,7 kilometer yang saat ini dimulai pembangunannya dan ditargetkan konstruksinya selesai pada tahun 2024.

Ruas ini memiliki 3 seksi, yaitu Seksi 1 Gending–Kraksaan 12,88 kilometer, Seksi 2 Kraksaan–Paiton 11,20 kilometer, dan Seksi 3 Paiton–Besuki 25,60 kilometer.

Kemudian untuk tahap 2 dari Ruas Besuki–Banyuwangi sepanjang 125,72 kilometer yang ditargetkan konstruksinya selesai setelah tahun 2024.

Sumber : Kompas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 31 = 41